T empat kos y ang aku tempati ini lebih nyaman dari yang terdahulu. Kamar-kamarnya yang menghadap ke sebuah halaman yang maha luas memberi keleluasan pandangan tersendiri. Pertama kali aku menginjakkan kaki di sini semua orang menyambutku dengan tangan terbuka kecuali satu orang, Sean. Menurut Bianca, Sean itu anti sosial. Ia sering mengurung diri dalam kamarnya, menyalakan pemutar musiknya keras keras atau meliuk-liukan suara gitar listriknya tanpa tenggang rasa. Telah seminggu aku tinggal di sini baru dua kali aku melihat Sean, itu pun hanya berupa kelebatan. Sore itu aku tengah kepayahan membawa setumpuk barang dan tanpa sengaja kakiku tersandung batu yang membuat tubuhku terpelanting dan barang-barang yang ada dalam dekapanku berhamburan. Sean menghampiriku, alih alih menolongku ia hanya menyingkirkan batu yang telah menghalangi langkahku. Lalu ia kembali ke teras kamarnya, memangku gitarnya dan mulai memainkannya. Aku terpana atas kepeduliannya yang aneh. Bila melihat sekila...